PESAN TEGAS KASTAF PRESIDEN & PONPES LIRBOYO JATIM TENTANG RADIKALISME 

PESAN TEGAS KASTAF PRESIDEN & PONPES LIRBOYO JATIM TENTANG RADIKALISME 

IstanaNews.com, Pancasila : Kepala Staf Kepresidenan RI – Jenderal TNI Purn Dr. H. Moeldoko saat menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, kamis (16/9/2021) lalu menegaskan kembali bahwa radikalisme dan intoleransi sudah menjadi ancaman nyata yang akan merusak integrasi bangsa Indonesia.

Atas hal itu, dia meminta seluruh pihak untuk waspada. Pernyataan itu disampaikan Moeldoko, dalam  “Paham radikal sudah menyusup di tengah-tengah masyarakat dan lembaga pendidikan. Ini harus kita waspadai, karena gerakannya tersistematis dan terstruktur,” ujar Moeldoko.

See the source image

JUST REMIND

Lirboyo, adalah nama sebuah desa yang digunakan oleh KH Abdul Karim menjadi nama Pondok Pesantren. Terletak di barat Sungai Brantas, di lembah gunung Willis, Kota Kediri. Awal mula berdiri Pondok Pesantren Lirboyo berkaitan erat dengan kepindahan dan menetapnya KH Abdul Karim ke desa Lirboyo tahun 1910 M.

Pondok Pesantren Lirboyo berkembang menjadi pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan dalam peristiwa-peristiwa kemerdekaan, Pondok Pesantren Lirboyo ikut berperan dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang seperti peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Sebagai Pusat pendidikan Islam, Pondok Pesantren Lirboyo mencetak generasi bangsa yang cerdas ruhaniyah, juga smart-intelektual, mumpuni dalam keberagaman bidang, juga keberagamaan Islam yang otentik. Pondok Pesantren Lirboyo memadukan antara tradisi yang mampu mengisi kemodernitasan dan terbukti telah melahirkan banyak tokoh-tokoh yang saleh keagamaan, sekaligus saleh sosial.

See the source image

KH. Abdul Karim lahir tahun 1856 M di desa Diyangan, Kawedanan, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, dari pasangan Kiai Abdur Rahim dan Nyai Salamah. Manab adalah nama kecil beliau dan merupakan putra ketiga dari empat bersaudara. Saat usia 14 tahun,beliau melanglang buana

See the source image

Pada usia 40 tahun, KH. Abdul Karim meneruskan pencarian ilmu di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, yang diasuh oleh sahabat karibnya semasa di Bangkalan Madura, KH. Hasyim Asy’ari. Hingga pada akhirnya KH. Hasyim Asy’ari menjodohkan KH. Abdul Karim dengan putri Kiai Sholeh (Siti Khodijah Binti KH. Sholeh,  Nyai Dlomroh). dari Banjarmelati Kediri, pada tahun1328 H/ 1908 M. Siti Khodijah Binti KH. Sholeh, yang kemudian dikenal dengan nama Nyai Dlomroh. hijrah ke tempat baru, di sebuah desa yang bernama Lirboyo, tahun 1910 M. Disinilah titik awal tumbuhnya Pondok Pesantren Lirboyo

Pada tahun 1954, tepatnya hari senin tanggal 21 Ramadhan 1374 H, KH. Abdul Karim berpulang ke rahmatullah, beliau dimakamkan di belakang masjid Lirboyo. (al Fatihah…)

PONPES LIRBOYO DUKUNG JOKOWI – KH. MARUF AMIN

Dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres 01, Joko Widodo (Jokowi)-K.H. Ma’ruf Amin terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini dari para pengasuh pondok pesantren di berbagai daerah, menginstruksikan santri dan alumninya untuk mendukung perjuangan Kiai Ma’ruf, memenangkan Pilpres 2019.

Ribuan Alumni Pesantren se-DKI Jakarta mendeklarasikan dukungan untuk calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin. Deklarasi dukungan digelar di gedung Grand Mangaraja, Jakarta Utara, Sabtu (23/3/2019).

Tiga sesepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur mengeluarkan maklumat berisi dukungan atas pencalonan Capres-Cawapres 01 (Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin) sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024. Maklumat tersebut disampaikan dalam bentuk video dan surat edaran yang ditandatangi oleh KH. M Anwar Manshur (pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo), KH. Abdulloh Kafabih Mahrus (Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Alumni Santri Lirboyo).

Tidak hanya di Ponpes Lirboyo saja, jalinan kebersamaan dalam semangat PANCASILA telah jauh dilakukan Presiden Jokowi, disetiap kunjungannya beliau senantiasa berkata, “Semangatnya Ulama dan Umara sama,  adalah menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, habib, kiai, ustaz dari seluruh provinsi yang ada di Tanah Air. Menjalin persaudaraan, ukhuwah kita dalam rangka ya menjaga persaudaraan, persatuan di antara kita. Dan dengan tersambungnya tali silaturahim, dengan beriringnya antara ulama dan umara, kita semua mampu  menyelesaikan banyak masalah, banyak problem, persoalan-persoalan yang ada di umat, dan di masyarakat”

MAKNA KEHADIRAN KASTAF DI PONPES LIRBOYO

Pesan itu jelas dan tegas bahwa ancaman radikalisme menjadi bukti sebagai bagian dari  melumpuhkan kekuatan keyakinan ideologi. Oleh karenanya dibutuhkan pendidikan dan pembentukan karakter secara komprehensif dan kolaboratif. Di antaranya melibatkan peran pondok pesantren. “Saya berkeyakinan bahwa pesantren adalah center of gravity dalam pembangunan karakter building,” katanya.

See the source image

Di hadapan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, mantan Panglima TNI ini pun  menyampaikan apresiasi dari Presiden Joko Widodo, bahwa  pesantren sudah berperan aktif menekan Covid-19 sehingga ekonomi rakyat dan bangsa ini pun kembali stabil.

Kami, mengambil kesimpulan bahwa kehadiran Kastaf Presiden kesana selain penjalinan komunikasi pemerintah dan ulama yang demikian lekat,  juga ada kesan tegas penegasan bahwa kalau pun Indonesia adalah negara multiras, dan multiagama, Tidak pernah terbersit  menjadikan agama sebagai dasar negara guna menghindari kesan disktriminasi dari penganut lain. Islam memang agama mayoritas di Indonesia, bahkan populasi tertinggi di dunia dengan penganut agama Islam terbesar.

Namun kita telah punya PANCASILA !

Maka paham paham intoleran, radikalism  dan anti Pancasila adalah ‘musuh bersama, dan kemuliaan – kekuatan dan moral force Ponpes para Ulama/santri khususnya di Ponpes Lirboyo adalah tidak perlu diragukan lagi keberadaannya.

Aamiin Yarabil’alamiin.

(Red-01/Foto.ist)