UNESCO – (1),  UNESCO Creative Cities Network (UCCN) & 4 Kota terpilih 2014-2021

UNESCO – (1),  UNESCO Creative Cities Network (UCCN) & 4 Kota terpilih 2014-2021

KoranJokowi.com, Internasional : Ada 4 kota yang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) atau Jejaring Kota Kreatif UNESCO. Jumlah kota yang masuk dalam UCCN adalah 295 kota yang berada di 90 negara. Jejaring Kota Kreatif adalah mitra istimewa UNESCO yang tidak hanya sebagai platform untuk merefleksikan kreativitas pendorong pembangunan berkelanjutan tetapi juga sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai tindakan dan inovasi, terutama untuk implementasi Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan.

See the source image

Kota Jakarta menjadi salah satu dari 49 kota di dunia yang masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO. Jakarta dinobatkan menjadi Kota Sastra pada 8 November 2021 lalu. Dengan masuknya Jakarta sebagai Kota Sastra dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO, Ismunandar selaku Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO menyatakan kini ada empat kota di Indonesia yang masuk dalam jejaring UCCN.

Empat kota tersebut,

1.Pekalongan sebagai Kota Kriya dan Seni Rakyat yang dinobatkan pada tahun 2014,

2.Bandung sebagai Kota Desain yang dinobatkan pada tahun 2015,

3.Ambon yang dinobatkan sebagai Kota Musik tahun 2019, serta

4.Jakarta sebagai Kota Sastra yang dinobatkan pada tahun 2021.

See the source image

“Harapannya, Jakarta seperti halnya tiga kota lain yang telah tergabung dalam UCCN, dapat menjalin kerja sama dengan dan antarkota untuk pembangunan kota yang berkelanjutan,” tutur Ismunandar seperti dirangkum dari laman Kemendikbud Ristek, Jumat (12/11/2021).

Ia menjelaskan, penilaian Kota Sastra dilihat dari sisi kualitas, kuantitas, dan keragaman penerbitan dan program pendidikan yang berfokus pada sastra baik di dalam atau luar negeri untuk jenjang pendidikan tingkat dasar, menengah, dan tinggi di kota tersebut.

Selain itu, aspek sastra, drama, dan/atau puisi juga dinilai sejauh mana peranannya di kota tersebut, serta sejauh mana penyelenggaraan dan promosi acara dan festival sastra di dalam dan di luar negeri. Seperti bagaimana perpustakaan, toko buku, dan pusat kebudayaan publik atau swasta berperan dalam melestarikan, mempromosikan, dan menyebarluaskan sastra di dalam dan luar negeri.

Kemudian, bagaimana keterlibatan dunia penerbitan dalam menerjemahkan karya sastra dari berbagai bahasa nasional dan sastra asing serta sejauh mana keterlibatan media tradisional maupun modern dalam mempromosikan sastra dan memperkuat pasar produk sastra.

(Red-01/Foto.ist)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan