Law & Justice (9); AZIS SYAMSUDIN DAN ANCAMAN BUI 5 TAHUN ?

Law & Justice (9);

AZIS SYAMSUDIN DAN ANCAMAN BUI 5 TAHUN ?

IstanaNews.com, Law & Justice  : Diantara politikus muda yang saya idolakan adalah Dr. H. Muhammad Azis Syamsuddin, S.E.S.H.M.A.F.M.H. kelahiran Surakarta,  31 Juli 1970 lal u. Namun kini semua sirna bahkan ‘mengutuk’ atas prilakunya sejak KPK menciduknya 24 September 2021 lalu dengan dugaan korupsi perkara Dana Alokasi Khusus di Lampung Tengah

Saat itu Azis mnjabat  Wakil Ketua DPR RI Fraksi Golkar , Azis terlibat adanya  pemberian hibah atau janji dalam penanganan perkara DAK di Lampung Tengah.  yang mengenalkan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju kepada Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial.

Kita semua bertanya-tanya bagaimana Azis melakukan itu karena selama ini dia adalah anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum.

See the source image

Kemudian viral-lah sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK dan menyeret nama Azis, al:

1.Saat KPK menangani kasus korupsi pembangunan Kawasan Pusat Kegiatan Pengembangan dan Pembinaan Terpadu Sumber Daya Manusia Kejaksaan, Kelurahan Ceger, Jakarta Timur pada 2012. Saat itu, Azis duduk sebagai anggota Komisi III DPR RI periode 2009- 2014.

Dia diduga membantu eks Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin meloloskan usulan proyek Kejagung sebesar Rp560 miliar di Komisi III DPR RI.

2.Tahun 2013,  Azis diduga menerima fee sebesar USD 50 ribu terkait kasus korupsi pengadaan simulator SIM. Uang tersebut disebut-sebut pemberian hadiah dari Ajun Kombes Teddy Rusnawan atas perintah Kakorlantas Polri saat itu, Irjen Djoko Susilo

3.Tahun 2017, nama Aziz kembali santer setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR yang kala itu diketuai Aboe Bakar Al Habsyi, menerima laporan yang menyebut nama Aziz atas dugaan permintaan fee sebesar 8 persen kepada eks Bupati Lampung Tengah, Mustafa terkait proyek DAK Lampung Tengah 2017.

See the source image

4.Tahun 2019, ketika menjabat sebagai Wakil Ketua DPR pada periode 2019-2020, lagi-lagi nama Azis muncul dalam perkara suap penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra dengan terpidana mantan Kadivhubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte. Azis disebut penah berdiskusi dengan Napoleon terkait kasus tersebut.

Kala itu, Napoleon mengatakan dirinya meminta arahan Azis untuk menerima atau menolak permintaan Tommy Sumardi mengecek status red notice Djoko Tjandra. Hal itu disampaikan Napoleon saat bersaksi dalam sidang suap penghapusan red notice Djoko Tjandra dengan terdakwa Tommy Sumardi.

5.Tahun 2020, nama Azis muncul di kasus yang menjerat Wali Kota Tanjungbalai periode 2016-2021, M Syahrial. Pada bulan Oktober 2020, Azis Syamsuddin sebagai tuan rumah mempertemukan sekaligus mengenalkan M Syahrial dengan AKP Robin. M Syahrial lantas meminta bantuan AKP Robin agar penyelidikan kasus jual-beli jabatan yang tengah diusut KPK tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan. AKP Robin menyepakatinya dengan imbalan Rp 1,7 miliar, tetapi realisasinya baru diberikan Rp 1.695.000.000.

6.Pada pertengahan April 2021, ternyata perkara jual-beli jabatan di Tanjungbalai itu sudah dilanjutkan ke penyidikan.

7.Selanjutnya, pada Agustus 2020, Azis Syamsuddin mengontak AKP Robin untuk membantunya mengurus perkara di KPK. Perkara itu disebut merupakan penyelidikan yang diduga melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado.

Aliza Gunado diketahui sebagai mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Lagi-lagi AKP Robin bersama dengan Maskur Husain berduet untuk mengurus penyelidikan terkait perkara di Lampung Tengah itu.

AKP Robin dan Azis Syamsuddin pun sepakat dengan imbalan Rp2 miliar. Namun realisasinya imbalan itu berkembang, yakni total AKP Robin dan Maskur Husain menerima Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000 dalam beberapa tahap. Uang itu lantas dibagi AKP Robin dan Maskur Husain.

See the source image

Nama Azis juga muncul ketika jaksa membacakan dakwaan Robin. Disebutkan Azis telah membantu mengenalkan Robin dan pengacara Maskur kepada Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari pada Oktober 2020. Rita kala itu sudah ditahan di Lapas Klas II Tangerang ditemui Robin dan Maskur. Kepada Rita, mereka menjanjikan memuluskan pengembalian aset yang disita KPK dan pengajuan Peninjauan Kembali (KPK) yang bersangkutan.

Dengan jasa itu, Robin meminta imbalan Rp10 miliar kepada Rita. Jumlah itu belum termasuk imbalan jika pengembalian aset berhasil, dengan tambahan sebanyak 50 persen dari total nilai aset.

“Di mana hal tersebut bisa karena ada terdakwa yang sebagai penyidik KPK bisa menekan para hakim PK, dan akhirnya Rita Widyasari setuju memberikan kuasa kepada Maskur Husain,” ucap jaksa.

Azis Syamsuddin kini terancam pidana 5 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan maksimal Rp 250 juta. Karena melanggar Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Filri Bahuri (29/11) lalu.

Seharusnya Azis yang kader Golkar dan pendukung Presiden Jokowi, kiranya dapat menghindar dari godaan setan seperti itu, namun Azis kalah oleh kebutuhan materil dibanding kesetiaannya kepada Presiden Jokowi dan Golkarnya.

‘Ogh , Azis…

Kau yang memulai, kau yang mengakhiri

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

Law & Justice  – (8), “PRESIDEN JOKOWI YTH. GARA GARA LAHAN, WARGA KEC. SEI SUKA BATUBARA ASAHAN DISEBUT PKI !? “ | ISTANA NEWS

1 Trackback / Pingback

  1. ” IRJEN M.IQBAL, KAPOLDA RIAU  RASA BARU “ | ISTANA NEWS

Tinggalkan Balasan