PRESIDEN RUSIA HARAMKAN HINA RASULULLAH SAW

PRESIDEN RUSIA HARAMKAN HINA RASULULLAH SAW

Istananews.com, Internasional , Bandung : Dalam keawaman kita selama ini pastinya masih ada sisa tanya apalah Rusia/Sovyet itu komunis?, jawabnya dari berbagai sumber yang saya dapat adalah, BUKAN !.

Meski gerakan komunis dan sayap kiri masih ada di Rusia, mereka tak lagi menentukan kebijakan negara, alias impoten. Komunisme sebagai ideologi negara telah mati di Rusia. Ini keputusan mutlak, tak ada tawar-menawar.
“Sebuah ideologi tidak bisa dibuat sebagai dasar negara atau kewajiban,” bunyi Pasal 13 Konstitusi Rusia yang disahkan pada 1993. Ini adalah perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan Konstitusi Uni Soviet yang menekankan bahwa Partai Komunis Uni Soviet (KPSS) adalah “kekuatan pemimpin dan penuntun rakyat Soviet dan inti dari sistem politiknya.”
See the source image

KPSS bubar setelah runtuhnya Uni Soviet pada akhir 1991. Boris Yeltsin, presiden pertama Rusia dan sekaligus mantan anggota KPSS, melarang partai yang di hari-hari terakhirnya memiliki 18 juta anggota tersebut beraktivitas. Meski ini merupakan akhir kisah Rusia sebagai negara komunis, yang sudah terpatri sejak 1917, titik !

So,

Untuk melengkapi info ini, saya terkesima dengan statemen Presiden Rusia Vladimir Putin melalui  kantor berita Rusia, TASS, Jumat (24/12) lalu dia mengatakan tentang Islamofobia  bahwa aksi menghina Nabi Muhammad bukan termasuk bentuk kebebasan berekspresi.

Kata Putin lagi , Penghinaan terhadap Nabi Muhammad adalah pelenggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan suci orang-orang yang memeluk Islam,  umat dan para pemimpin dunia Islam harus mengingatkan tentang hal tersebut kepada petinggi-petinggi negara non-Muslim karena ini merupakan salah satu upaya untuk melawan Islamofobia.

See the source image

Putin mengaku menghormati dan mengapresiasi kebebasan artistik secara umum. Namun dia memperingatkan, hal itu memiliki batas dan tak boleh melanggar kebebasan lain. Putin menjelaskan, Rusia sudah berkembang menjadi negara yang beragam, Warga Rusia, kata dia, terbiasa menghormati tradisi satu sama lain.

Namun, Putin melihat, budaya menghormati perbedaan seperti yang berlangsung di Rusia, tak terlihat di sejumlah negara lain di dunia.

Sontak statemen ini membuat banyak kepala negara Islam ‘memberi applaus, diantaranya adalah Perdana Menteri Pakistan Imran Khan  dalam akun Twitternya.

Ahahahaha..

(Red-01/Foto.ist)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan