Who’s (5): Denny D. Kustia – Ketum YKIM, ” SELAMA INI KITA TERLENA EKSPOR BATUBARA , MAKA JADI MALAS BERDIRI ! “

Who’s (5)

Denny D. Kustia – Ketum YKIM,

” SELAMA INI KITA TERLENA EKSPOR BATUBARA , MAKA JADI MALAS BERDIRI ! “

Istananews : Denny D.Kustia – Ketum Yayasan Kerja Indonesia Maju melalui seluler (11/1) mengatakan bahwa YKIM mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang ekspor batu bara. “Iyalah, apalagi selama ini beredar isu jika dana hasil penjualan ekspor batu bara hanya disimpan di luar negeri. Bahkan ada pakar politik menyebut jika dana itu sebagian dipakai untuk melawan kinerja Presiden termasuk kebijakan kebijakan Presiden yang merusak kenikmatan kelompok ini”, kata Denny

Ketum YKIM ini pun merasa prihatin atas kinerja PLN yang mengalami krisis batu bara, 10 juta pelanggan PLN terancam mengalami mati listrik karena 20 pembangkit litsrik tenaga uap (PLTU) milik PLN tak memiliki pasokan batu bara. “Nah wajar jika Presiden pun melarang ekspor sementara melalui surat dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) nomor B- 1605/MB.05/DJB.B/2021 tertanggal 31 Desember 2021 di periode 1 Januari – 31 Januari 2022 ini. Dicopotnya Rudy Hendra Prastowo selaku  Direktur Energi Primer PT PLN oleh Erick bukanlah jawaban tepat, yang dirubah itu adalah manajemen dan sistim di PT PLN” 

“Memang keputusan Presiden ini akan mendapat perlawan keras dari sejumlah negera importir batu bara seperti Cina,  Jepang, Korea Selatan. dsb termasuk para mafia lokal kita. Ini juga ibarat ‘jeweran keras kepada Menteri Erick Tohir dan instansi serta BUMN terkait atas pesan Presiden jauh hari agar lebih serius mencarikan solusi pengganti  batu bara dengan EBT – Energi Baru Terbarukan (Renewable Energy) itu kan sudah lama ya diminta presiden. Mana itu road map pengembangan ekonomi hijau dan transisi energi serta renewable energy agar kita segera memiliki energi baru terbarukan?”, kata Denny lagi.

See the source image

Memang benar kata Ketum YKIM, selama ini kita demikian menikmati nilai ekspor batu bara yang  terus meningkat lihat saja tahun 2021 lalu mencapai US$ 29, 6 miliar (Rp 420,32 triliunan), dan Ekspor Batubara pun menjadi komoditi unggulan, syah saja. Namun pertanyaannya mengapa kita alergi dengan EBT ?

Kita lupa sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi sejak tahun 2014 lalu bahwa Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar diantaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW.

Bahkan Presiden pun  mengingatkan agar kita  mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres disebutkan kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, serta batubara yang dicairkan sebesar 2%

Ahahahah…

Memang benar kata orang tua, kalau sudah duduk malas untuk berdiri.

(Red-01/Foto.ist)

*Narsum juga adalah Dewan Redaksi Istananews.com*

Lainnya,

Pesan Istana (30), UNTUK AMBULANCE PRESIDEN JOKOWI PUN IKHLAS MENEPI ? | ISTANA NEWS

” I Kadek Sujanayasa, SH & Optimisme Suksesnya G20 di Bali Th.2022 yad” | ISTANA NEWS

Who’s (4), Ade Armando : RIZEQ SUDAH DIPENJARA, TAPI ANCAMAN ADA DI MANA-MANA | ISTANA NEWS

Denny D. Kustia – Ketum YKIM, “SUKSESKAN KTT G20 BALI & AWASI ANGGARAN RP.108,1 MILYARNYA” | ISTANA NEWS

Denny D. Kustia – Ketua Umum Yayasan Kerja Indonesia Maju (YKIM) – 7, “TNI SEMAKIN SOLID TIDAK RAPUH KARENA ISU PKI” – KORAN JOKOWI

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan