Pesan Istana (13), “JANGAN ADA GANYANG MALAYSIA PART.2 !!”

Pesan Istana (31),

“JANGAN ADA GANYANG MALAYSIA PART.2 !!”

Istananews.com :  Pada tahun 1961 Federasi Malaya ingin menggabungkan BruneiSabah dan Sarawak ke dalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan Persetujuan Manila. Oleh karena itu, keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno  sebagai ‘akal-akalan’ Malaysia sebagai “boneka Inggris” 

Sikap Bung Karno ini tidak mereka terima, munculah demo  anti-Indonesia di Kuala Lumpur, mereka  (17/9/1963)  menyerbu gedung KBRI, parahnya …… mereka merobek-robek foto Sukarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul RahmanPerdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak -injak foto Sukarno &  Garuda,

See the source image

 

Sukarno si Singa Podium & Penyambung Lidah Rakyat pun ‘murka,  dan munculah perintah perang,

“GANYANG MALAYSIA”

WAHAI RAKYATKU !

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu djuga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang adjar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan, kita hadjar tjetjunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat djangan sampai tanah dan udara kita diindjak-indjak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku bakal berangkat ke medan djuang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang enggan diindjak-indjak harga dirinja

See the source image

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tundjukkan bahwa kita masih memiliki gigi dan tulang jang kuat dan kita djuga masih memiliki martabat

Yoo…ayoo… kita… Ganjang…
Ganjang… Malaysia
Ganjang… Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satu-satu!

Panglima Tertinggi RI – Ir.H. Sukarno

KIni, tanpa kita tahu, Presiden Jokowi meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian ‘datang’ ke  Pulau Karang Singa, Kepulauan Riau (Kepri), yang ‘ujug-ujug’ diklaim oleh Malaysia sebagai bagian dari wilayah teritorialnya. Tancapkan Sang saka Merah Putih disana !

Tito dikawal oleh  Wakil Menteri Pertahanan, M. Herindra ke Batam, Kamis (13/1) melalui Bandara Hang Nadim Batam, dan disambut oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Dengan sigap rombongan  Pulau Karang Singa, Pulau yang sejak lama adalah bagian yang sah dari wilayah NKRI. Sementara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, Pulau Karang Singa berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.

…. INI DADAKU, MANA DADAMU …

‘Pak Dhe kok dilawan !

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

Pesan Istana (30), UNTUK AMBULANCE PRESIDEN JOKOWI PUN IKHLAS MENEPI ? | ISTANA NEWS

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan