BUNG KARNO, ORBA,  GERWANI , TARIAN SEKS & HOAKS 1965

BUNG KARNO, ORBA,  GERWANI , TARIAN SEKS & HOAKS 1965

Istananews.com :

Skenario penggulingan Presiden Ir Sukarno banyak dilakukan baik dengan cara rasional dan irasional, khususnya pasca  peristiwa G30S/PKI, saat itu beredar gencar hoax Kekejaman dan aksi irasional/tidak senonoh  Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia), yang di-framing kerap pesta,  melakukan tarian telanjang, hingga menyongkel mata dan menyileti kemaluan para Jenderal dan perwira TNI di Lubang buaya sambil berpesta seks dengan tarian BUNGA HARUM

See the source image

Wim F. Wertheim, seorang Jurnalist dunia asal Belanda dalam The Truth About GERWANI (1990) menulis, “Ada sebuah kewajiban lagi yang penting, yaitu meneliti kembali duduk perkara Gerwani di dalam peristiwa 1 Oktober 1965. Dan semula penguasa menuduh gadis-gadis Gerwani di Lubang Buava berbuat paling keji dan tak tahu malu. Melalui media pers bertahun-tahun disiarkan, seolah-olah mereka dihadirkan di sana oleh PKI untuk melakukan upacara ‘harum bunga’, sambil menari-nari lenso untuk mengantar nyawa jenderal-jenderal itu, melakukan perbuatan tak senonoh, dibagi-bagikan pisau silet, dan lantas ikut ambil bagian dalam perbuatan jahat serta menyiksa jenderal-jenderal itu sebelum mereka tewas. Sebagai akibat dan cerita-cerita demikian terbentuklah bavangan. seakan-akan Gerwani adalah perkumpulan perempuan lacur, jahat, bengis yang harus dihinakan dan bahkan dibinasakan” 

GERAKAN WANITA INDONESIA (GERWANI) merupakan salah satu organisasi wanita yang berhaluan progresif revolusioner dengan jumlah anggota mencapai satu juta orang dan cabang yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia, pada tahun 1960-1965.

See the source image

Riwayat Gerwani dalam sejarah Indonesia modern cukup panjang. Dimulai sejak tahun 1950, saat sejumlah pejuang wanita yang di antaranya adalah SK Trimurti, mendirikan GERAKAN WANITA INDONESIA SEDAR (GERWIS) , pada 4 Juni 1950, di Semarang. Dalam kantor atau sekretariat Gerwani, mulai di tingkat DPP hingga anak cabang juga tidak ditemukan bendera merah bergambar palu arit PKI. Semua kantor Gerwani hanya memasang dan menyimpan bendera merah putih dan bendera biru muda dengan lambang Gerwani di tengahnya, serta foto pejuang Kartini dan tokoh wanita Clara Zetkin

Gerwis merupakan peleburan dari tujuh organisasi wanita yang masing-masing adalah Rukun Putri Indonesia (Rupindo) di Semarang, Persatuan Wanita Sedar di Surabaya dan Bandung, Gerakan Wanita Rakyat Indonesia di Kediri, Perdjoangan Putri Republik Indonesia di Pasuruan, Wanita Madura, dan Persatuan Wanita Indonesia di Ambarawa.

Dalam perjalanannya, Gerwis banyak terlibat dalam berbagai perjuangan politik dan fisik dalam mempertahanan dan mengisi kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, oleh Ir Soekarno dan Drs Mohammad Hatta, di Jakarta.

Setelah menjadi GERWANI – pun mereka demikian aktif dalam peta politik nasional, diantaranya ;

1.Pada 1957 Gerwani mendukung dan mengirim sukarelawan untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda.

2.Gerwani memobilisasi 15.000 wanita ke Istana Negara ketika peringatan Hari Perempuan Sedunia pada 1 Maret 1961, dengan agenda menentang pembentukan negara boneka Papua oleh Belanda

3.Gerwani mendukung Ir. Sukarno mengenai Demokrasi Terpimpin, Manifesto Politik dan Dekrit Presiden Soekarno untuk kembali ke UUD 1945 juga menerbitkan buletin bernama Pendukung Komando Presiden Soekarno (PKPS) dalam usaha menggalang massa mempertahankan Ir. Sukarno

See the source image

GERWANI DILIBAS ORDE BARU

Atas hoaks yang di-skenariokan secara masif dan terstruktur  itulah kemudian banyak anggota Gerwani ditangkapi , dipenjara, disiksa dan diperkosa. Bahkan banyak yang kemudian bunuh diri

Supaya hoax ttg Gerwani semakin dahsyat maka ditangkaplah 3 perempuan ‘tak berdosa’, yang bukan Gerwani , kemudian mereka disiksa dan dipaksa supaya mengaku Gerwani, merekalah ;
1. Sainah,
2. Emy dan
3. Atikah Djamilah.

See the source image

Klik, …

Pelecehan seksual terhadap Gerwani: Kisah Atikah – Djamilah dan Djemilah – Tribunal 1965

Emy ialah seorang PSK yg buta hurup dimasukan kedlm penjara Bukit Duri, Emy disiksa untuk mengaku sbg anggota Gerwani, ia disuruh cap jempol dari berita acara pemeriksaan yg ia tidak ketahui isinya, isi surat peryataan itu memberitakan bahwa ia adalah anggota Gerwani Jakarta dan ambil bagian dlm penyiksaan kelamin kpd para Jenderal dilubang buaya

hoax ini lalu disebar diberbagai media seperti Angkatan Bersenjata, Berita Yudha, Sinar Harapan, adapun tujuan hoax ini adalah untuk membakar masyarakat.

Gerwani

Padahal Emy adalah seorang PSK yg biasa berdiam di Halim Perdanakusuma. Selain Emi, Djamilah juga dipublikasikan sbg anggota Gerwani dan tuduhannya sama seperti Emy, yg kemudian disebarkan kebeberapa media seperti Angkatan Bersenjata, Berita Yudha, Sinar Harapan, yg terbit pd 5-6 Nov 1965 dan hoax2 tersebut berhasil,

Dilengkapi dengan munculnya aksi aksi masa dengan tagline;

Gerwani LONTE ! 

Gerwani Gantung !

Gerwani Ganyang !

Marahnya Bung Karno demikian dahsyat, apalagi setelah Suharto dihadapan 30 ribu perempuan berpidato menyampaikan hoax2 terhadap Gerwani, memberikan peringatan pentingnya meluruskan moral kaum perempuan dan dikutip Berita Yudha 9 Nov 1965.

See the source image

Kemudian Bung Karno pun membela Gerwani melalui siaran siaran radio dsb

” Adakah rakyatku sudah begitu bodohnya dan percaya ttg omong kosong yg menyatakan beberapa ratus wanita telah memotong zakar para Jenderal dgn pisau silet ? “.

Namun, peryataan Presiden Soekarno itu tidak ada hasilnya, meskipun beliau berusaha membendung kekerasan dgn mengumumkan hasil Autopsi para Jenderal dan hanya satu media yg memuat hasil autopsi itu, yaitu Sinar Harapan pd 13 Des 1965.

Mahasiswa dan masyarakat lebih percaya hoax dan fitnah yg disebarkan Orba dan sekutunya

RIP untuk alm Presiden Sukarno dan Gerwani Jalan lurus !

(Red-01/Foto.ist)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan