TEMU KANGEN IKBA SMAN 53 JAKTIM, “DONT WORRY BE HAPPY !”

Lounge chairs under umbrella on beach. Beautiful landscape with flying sea gull. Vacation concept. Illustration can be used for topics like summer, tropics, paradise

TEMU KANGEN IKBA SMAN 53 JAKTIM,

“DONT WORRY BE HAPPY !”

(all about beach)

Istananews.com, Jakarta:

Kemarin (Minggu, 18/9), perwakilan 8 angkatan Alumni SMAN 53 Jakarta Timur atau yang dikenal dengan Ikatan Keluarga Besar  Alumni (IKBA) SMAN 53 melakukan pertemuan sekaligus memfinalkan rencana acara ‘Temu kangen lintas alumni thn.1982 – 2021 mendatang yang direncanakan Sabtu, tgl. 12 November 2022, adapun detil tempat, rundown dsb sedang dimatangkan oleh tim dibawah komando Ketua ‘sis Yuni (Sri Wahyuni)  – 53/1995

Sesuai kesepakatan, kemarin juga telah dilakukan finalisasi kepanitiaan dan  sebagai ‘leader adalah Alumni Angkatan Tahun 1995, hal lain yang didiskusikan untuk sementara belum dipublish untuk umum, ehehehe.

Kita biasa kerja keroyokan, kerja keroyokan kita biasa!

Untuk mengisi kekosongan narasi tulisan, ijinkanlah saya menyampaikan artikel yang pastinya berkaitan dengan ‘Dont Worry Be Happy’ made in IKBA 53, check it dot

1.Dalam butir Pancasila, di sila ke-3 yaitu tentang Persatuan Indonesia, tentang adanya  keaneka ragaman etnis, budaya, agama dsb adalah sumber kekuatan dalam membangun apapun. Dari ke semuanya itu, Indonesia berdiri dalam suatu keutuhan. Menjadi kesatuan dan bersatu di dalam persatuan yang kokoh di bawah naungan Pancasila dan semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika.

See the source image

Demikian halnya dengan Persatuan yang ada dalam IKBA 53, jika terhitung sejak angkatan tahun 1982 – 2021 maka SMAN 53 telah melahirkan 40 angkatan alumni yang berjumlah lebih dari 5.000 orang alumni, yang kini tersebar dalam multi profesi baik selaku ASN/PNS atau private-sector , maka tanpa semangat sila ke-3, apapun yang akan dituju kedepan  maka hasilnya ‘bablas angine.

Setiap alumni / angkatan pastinya mempunyai permasalahan tersendiri yang mungkin berbeda dengan yang lain, begitu juga bagaimana solusi dan penyelesaiannya, namun kebanyakan semua ‘diselesaikan secara adat’, ehehe.

See the source image

2.Pandemi Covid 19 yang terjadi sejak tahun 2020 lalu banyak menelan korban baik meninggal dsb, rilis WHO hingga Agustus 2022 disebutkan yang terinfeksi > 617,3 juta orang dan yang meninggal kebih dari 6,5 juta di seluruh dunia. Untuk Indonesia, yang meninggal > 70.000 orang dan yang terinfeksi > 6,7 juta orang.

Diantara mereka itu pastinya ada teman2 IKBA 53, orang tua, adik, kakak, keluarga dan  tetangga sekitar kita, semoga ALlah SWT Tuhan YME memberikan surga untuk para alm/mah , dimaafkan segala khilafnya, dan yang masih sakit agar segera disembuhkan sesegera mungkin, Alfatihah,  Aamiin YRA.

3.Dalam beberapa sumber disebutkan pasca pandemi Covid 19  di Indonesia ada  penambahan kemiskinan & pengangguran hingga 1,8 juta jiwa, maka 10 potensi profesi yang baik untuk ditekuni, dan ini dapat menjadi rujukan para alumni yad, diantaranya adalah: Sektor  penjualan, pemasaran dan hubungan masyarakat (humas) berada di urutan teratas sebanyak 18,7% (khususnya bidang Pariwisata & kuliner  – 42,2%), dsb.

See the source image

Maka dihimbau untuk me-refresh kemampuan diri , menurt sumber itu juga, kita memulai lagi  meningkatkan pengetahuan bidang keterampilan teknologi – 26,9%, keterampilan fisik dan manual –  6,2%, keterampilan emosional dan sosial – 4,1%, keterampilan kognitif lanjutan – 1,9%, keterampilan kognitif dasar – 0,9% dan seluruh jenis keterampilan di atas sebanyak 42,4%.

4.Pemerintah Indonesia telah  mengalokasikan dana APBN untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp.695,2 triliun sekaligus banyak upaya lain agar ekonomi rakyat tetap berputar stabil dalam masa recovery Covid 19 ini, termasuk disediakannya anggaran sebesar Rp.172,1 triliun untuk mendorong konsumsi/kemampuan daya beli masyarakat, Dana BLT – Bantuan Langsung Tunai, Kemudahan modal kerja/usaha di bank bank pemerintah,  dsb.

5.Selain itu, pemerintah berupaya menggenjot dunia usaha dengan menawarkan insentif kepada UMKM dan perusahaan. Untuk UMKM, pemerintah memberikan cicilan tangguhan dan subsidi bunga pinjaman bank, subsidi bunga Kredit Komersial Rakyat dan Super Mikro, jaminan modal kerja hingga Rp10 miliar, dan insentif perpajakan seperti pajak penghasilan (PPh). Pasal 21) ditanggung oleh pemerintah. Bagi pelaku usaha, pemerintah memberikan insentif perpajakan, antara lain pembebasan impor PPh Pasal 22, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 dsb. ‘Please, Recheck again !

See the source image

See the source image

6.Pemerintah juga memberikan jaminan modal kerja untuk usaha strategis, prioritas atau padat karya. Sehingga dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi negara, beberapa sektor yang dianggap seksi masih ditempati,al: sektor Pariwisata (UMKM, Event Org) &  industri rumahan yang kedepan ini  harus menjadi prioritas. 

#Dont Worry be happy !

Teman teman IKBA 53,

Pandemi Covid 19 telah banyak memberikan pelajaran tentang solidaritas, toleransi, kebersamaan & gotong – royong. Kita kuat karena itu, Covid 19 bukan hanya memangsa golongan ekonomi bawah dia pun menyasar untuk mereka yang berlebihan harta, pangkat dan pendidikan. Dan kita semua telah merasakan kepahitannya bersama.

Sebelum penutup, Mari kita sampakain doa kepada para almarhu/mah teman2 IKBA 53, Guru, Kepala sekolah dan keluarga tercinta yang telah berpulang kepada SurgaNya Allah, semoga dimaafkan segala khilafnya, Aamiin YRA.

Temu Kangen IKBA 53 adalah bagian terkecil dari semua diatas 

‘Ayo bangkit bersama !

#Dont worry be happy !

(Red-01/Foto.ist)

 

Lainnya,

Alumni 5384, ‘Masih Ada ! | ISTANA NEWS

IKBA 53, “MENGAWAL BANG ZUL MENDAG & PRE-EVENT TEMU KANGEN IKBA 53” – KORAN JOKOWI

Melawan Lupa (59), ‘BRAVO, ZULKIFLI HASAN, POLITISI CERDAS” – KORAN JOKOWI

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan