Sentra “Phalamartha” Sukabumi unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Sosial RI dan LKS “Aura Welas Asih” merayakan hari Kesehatan Jiwa Se dunia.

 

 

Sentra “Phalamartha” Sukabumi unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Sosial RI dan LKS “Aura Welas Asih”
merayakan hari Kesehatan Jiwa Se dunia.

 

Pelabuhan Ratu, Sukabumi 10 Oktober 2022.

 

Serangkaian acara bakti sosial untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) tanggal 10 Oktober dengan tema ‘Pulih Bersama, Generasi Sehat Jiwa’ oleh Sentra “Phalamartha” Sukabumi unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Sosial RI bertempat di LKS “Aura Welas Asih” Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi pada hari Senin, 04 Oktober 2022.

Kepala Sentra “Phalamartha” Cup Santo dalam sambutannya, menyatakan harapan besarnya untuk mengoptimalkan peran aktif keluarga dalam pemulihan kesehatan jiwa bagi para penderita tersebut : “Orang dengan gangguan jiwa dapat sembuh, dan keluargalah yang memegang peran vital dalam penyembuhannya,” ujar Cup Santo.

Serangkaian acara bakti sosial diadakan di LKS “Aura Welas Asih” yakni penyerahan bantuan ATENSI, pelaksanaan perekaman data kependudukan, pemeriksaan kesehatan fisik, pelaksanaan vaksinasi covid-19, pelaksanaan reunifikasi, kegiatan bebas pasung dan kampanye sosial.

Bantuan ATENSI pemenuhan hidup layak diberikan kepada 50 orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di LKS Aura Welas Asih. Selain itu, diberikan juga bantuan kewirausahaan warung kelontong kepada PPKS atas nama Jemi dan direunifikasi kepada keluarganya di Kampung Cisaat, Desa Citarik, Palabuhan Ratu, Kab. Sukabumi.

 

 

Pemeriksaan kesehatan dan perekaman data kependudukan diberikan kepada 71 orang PPKS bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Leny istri Denny Solang yang keduanya adalah perintis berdirinya dan pengurus LKS “Aura Welas Asih” sangat berterimakasih dan menyambut baik kepedulian dan bakti sosial dari Sentra “Palamartha” UPT Kemensos RI, : “Saya berharap agar LKS “Aura Welas Asih” dapat lebih diperhatikan secara berkesinambungan oleh pemerintah setempat, Pemrov. Jabar, maupun pemerintah Pusat khususnya dalam pemberian bantuan sosial untuk PPKS”.

Jimi, sebagai PPKS yang menerima bantuan kewirausaan, juga mengatakan bahwa dirinya tak henti-hentinya bersyukur berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepadanya. Dan berharap agar usahanya berjalan lancar kedepannya sehingga dapat menopang kebutuhan hidupnya di masa depan.

Kesehatan mental (jiwa) seseorang sangat berpengaruh dalam perilaku kehidupan sehari-hari mulai dari cara seseorang berpikir, bertindak, dan merasa. Dikutip dari Kemenkes, kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin seseorang berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga bisa menikmati kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, orang-orang yang mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, dan akhirnya mengarah pada perilaku buruk (negative). Sungguh penting menjaga kesehatan mental sebagaimana menjaga kesehatan fisik karena kesehatan mental juga berpengaruh erat pada kesehatan fisik.

Melansir dari Mental Health Foundation, seseorang yang mengalami depresi, diketahui mengalami peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, setiap individu wajib memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini.

Gangguan mental (jiwa) juga dapat dialami kapan saja dan oleh siapapun juga, baik dari masyarakat yang berpendidikan rendah ataupun yang berpendidikan tinggi. Tanpa memandang status sosial ekonomi.

Penting untuk diketahui bahwa kesehatan mental seseorang dapat berubah seiring waktu, tekanan dan tergantung pada banyak faktor pencetusnya.

Ketika tuntutan yang ditempatkan pada seseorang melebihi sumber daya dan kemampuannya, akan sangat berpengaruh pada kesehatan mental mereka. Maka dari itu, perlu disadari bahwa gangguan mental (jiwa) bisa dialami kapan saja dan oleh siapapun juga.

Dikutip dari Antara, Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam perayaan Hari Kesehatan Mental sedunia 10 Oktober 2022 juga menghimbau, agar masyarakat yang memiliki gangguan jiwa agar tidak dikucilkan, dikurung, dan dipasung, serta jangan dihakimi, karena ia sama-sama mahluk Tuhan.

Risma mengimbau seluruh wilayah Indonesia untuk membantu mengedukasi masyarakatnya tentang cara menangani penderita gangguan jiwa.

Kebugaran batin merupakan salah satu masalah kebugaran masyarakat yang semakin meningkat setiap tahunnya, karena berbagai tekanan kehidupan terutama pada masa-masa pandemi COVID-19.

Menteri Sosial RI berharap agar para bupati dan walikota atau pimpinan daerah menyumbangkan atensi atau perhatian khusus secara optimal
terhadap para penderita gangguan jiwa (batin) di daerahnya sehingga
akan mampu menekan angka permasalahan tersebut.

(Lili Judiarti)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan