“APA KABAR MUSIK GAMBUS MERAH PUTIH ? “

“APA KABAR MUSIK GAMBUS MERAH PUTIH ? “

(Dikala genre musik berubah pasar, akankah musik /orkes gambus Indonesia mampu bertahan?”

IstanaNews.com, Who’s, LifeStyle:

Gambus adalah alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah. Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar. Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama berupa gambus dinamakan orkes gambus (gambus)  juga dapat sebagai pengiring  tari Zapin ,  Tari Jepen  dsb – yang seluruhnya dibawakan pria untuk tari pergaulan yang berirama Timur Tengah. Sedangkan tema liriknya adalah keagamaan. Alat musiknya terdiri dari biolagendangtabla dan seruling.

Kini, orkes gambus menjadi milik orang Betawi dan banyak diundang di pesta sunatan dan perkawinan. Lirik lagunya berbahasa Arab, isinya bisa doa atau shalawat.

Perintis orkes gambus adalah Syech Albar seorang Arab-Indonesia, dan yang terkenal Orkes gambus El-Surayya dari kota Medan pimpinan AhmadBaqi

See the source image

Orkes gambus El-Surayya

See the source image

Bagaimana sejarah musik gambus masuk ke Indonesia?, Jaap Kunst (1973) menyatakan bahwa gambus berasal dari perkataan Arab yaitu qupus. Istilah qupus mengalami perubahan menjadi gabbus di Zanzibar dan Filipina Selatan. Di Kepualauan Nusantara, istilah qupus secara linguistik berubah menjadi gambus. Gambus di Kepulauan Nusantara bisa dijumpai di Semenanjung Melayu, pesisir Sumatera, dan Jawa. Kedatangan alat musik gambus di kepulauan Nusantara, menurut Anis Mohd N Md dibawa oleh orang-orang Arab seiring dengan pengislaman kawasan ini pada abad ke-15.

Sementara itu pendapat lain dikemukakan oleh C. Sachs bahwa orang Persia dan Arab telah melakukan perdagangan di kepulauan Nusantara pada abad ke-9 dan instrumen musik ini dibawa ke dalam kapal-kapal mereka untuk hiburan pribadi pada saat perjalanan laut yang panjang.

See the source image

SARANA DAKWAH IMIGRAN

Dengan menggunakan syair-syair kasidah, gambus mengajak masyarakat mendekatkan diri pada Allah dan mengikuti teladan Rasul-Nya. Oleh karenanya, gambus digunakan para imigran sebagai sarana dakwah di Nusantara. Pada awalnya gambus merupakan sarana dakwah kaum imigran. Dan, seiring perjalanan waktu, gambus berkembang menjadi sarana hiburan. Tidak heran pada 1940-an sampai 1960-an sebelum muncul musik Melayu atau yang lebih dikenal musik dangdut, gambus merupakan sajian yang hampir tidak pernah ketinggalan dalam pesta-pesta perkawinan dan khitanan.See the source image

Gambus dapat dikatakan sebagai cikal bakal dari musik dangdut yang sekarang telah menjadi konsumsi pecinta musik. Pada masa itu, musik gambus banyak menyedot unsur musik Melayu sehingga warna musik Melayu tersebut begitu kuat dalam musik gambus.

Beberapa orkes gambus yang kemudian menjadi orkes Melayu yang terkenal pada saat itu di antaranya orkes Melayu (O.M.) Bukit Singuntang, O.M. Sinar Kemala, (O.M.) Kenangan, dan lain-lain.

Sejarah Musik gambus di Indonesia dibawa oleh Syech Albar (Syekh Albar) yang merupakan salah satu pemusik irama Timur Tengah yang cukup populer di Indonesia. Pemusik keturunan Arab-Indonesia ini lahir di Surabaya pada tahun 1908. Di tahun 1920-an serta 1930-an, Syekh Albar dikenal juga sebagai pemain gambus yang mumpuni.

Syech Albar adalah ayah kandung dari musisi Ahmad Syech Albar (Ahmad Albar) dengan istri bernama dan Farida Al-Hasni. Ibunya bercerai dan kemudian menikah dengan seorang artis dan sutradara, Djamaluddin Malik. Dari pernikahan mereka ini melahirkan seorang artis wanita yang menjadi adik tirinya yaitu Camelia Malik. Achmad Albar biasa juga dipanggil dengan julukan Iyek.

See the source image

Pada zaman itu, lagu-lagu Syekh Albar telah masuk dunia rekaman serta direkam oleh perusahaan piringan hitam populer “His Master Voice”. Suara dan petikan gambusnya bukan saja digemari di Indonesia, tapi juga di Timur Tengah. Selanjutnya, musik gambus Syekh Albar dilanjutkan oleh Segaf Assegaf.

Beliau adalah pegambus yang sering membawakan lagu-lagu dari Abdallah Rwaished dan Abu Bakar Bilfaqih penggambus asal Yaman. Namun, seiring dengan perkembangannya, kesenian gambus ini mulai jarang dipergunakan dan hanya dimainkan secara terbatas oleh masyarakat Arab keturunan.

See the source image

See the source image

See the source image

Sejak 2011-an, orkes gambus mulai diminati kembali oleh kaum muda tidak hanya dari kaum keturunan Arab tapi juga masyarakat Jawa. Kemunculan grup musik Sabyan Gambus akhir-akhir ini memberikan warna berbeda di blantika musik Tanah Air.

YA HABIBAL QOLBI versi SABYAN – YouTube

https://youtu.be/8g_wa06LlCA

Lagu bernuansa islami maupun selawat nabi yang dibawakan Sabyan Gambus mampu menarik perhatian penikmat musik di Tanah Air. Bahkan video lagu Habibal Qolbi, Rahman ya Rahman, YAshiqol, Deen Assalam, YJamalu yang diunggah di Youtube menjadi trending dan bahkan telah disaksikan hingga jutaan kali.

‘Siapa pewaris musik gambus kemudian jika Sebyan Gambus merasa putus semangat karena melawan arus musik genre lainnya yang lebih digemari?, wallahualam ‘bishowab.

-Salam sehat untuk Umi Lia Umar & Keluarga Besar-

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

SUAMI SEJATI ITU BERNAMA  WILL SMITH ! | ISTANA NEWS

SUAMI SEJATI ITU BERNAMA  WILL SMITH !

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan