LifeStyle – (4), ” OPO IKU PODCAST  ? “

LifeStyle – (4),

” OPO IKU PODCAST  ? “

Istananews.com, LifeStyle :

Total jumlah penduduk Indonesia saat ini  mencapai > 272,68 juta jiwa adapun pengguna internetnya lebih dari > 20 juta , ini artinya, angka penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 77,02 persen. Pengguna itu didominasi usia 13-18 tahun (99,16%) , usia 19-34 tahun (98,64%), usia 35-54 tahun (87,3%), , serta kelompok usia 55 tahun ke atas (51,73%).

Dari pengguna internet Indonesia mayoritas atau sebanyak 89,03%  mengakses internet dengan perangkat ponsel atau tablet, 0,73% lewat komputer atau laptop. Sisanya, terhubung ke internet melalui koneksi WiFi rumah (20,61%), WiFi ruang publik (0,96%), dan WiFi kantor/sekolah (0,61%)

See the source image
Untuk mengakses informasi/berita (92,21%) , untuk bekerja atau bersekolah dari rumah (90,21%), untuk mengakses layanan publik (84,9%), untuk menggunakan layanan e-mail (80,7%), untuk melakukan transaksi online (79%), untuk mengakses konten hiburan (77,25%),  transportasi online (76,47%) dan untuk mengakses layanan keuangan (72,32%)

Potensi Podcast sebagai pengganti radio kini mulai mendominasi masyarakat tidak hanya kaum milenial saja namun sudah mengarah keberbagai arah, usia, profesi, pendidikan dsb.

Jumlah Podcast makin meningkat karena ada banyak channel menarik dibandingkan hanya memutarkan music atau mendengarkan berita secara audio. Semua itu jelas terlihat, apalagi dunia on air berubah arah, radio dianggap saat ini makin berkurang interaksi dan mementingkan musik dan iklan. Mungkin banyak yang belum tahu atau bahkan mengabaikan pentingnya Podcast untuk saat ini. Konsep yang ditawarkan mungkin menyerupai radio dengan adanya host yang membahas konten secara ringan melalui audio.

Ada banyak perbedaan mendasar dari keduanya, misalnya saja Podcast yang bisa menggunakan layanan Offline sedangkan Radio yang bersifat live dan mengandalkan sinyal pemancar dalam proses jangkauan. Jangan heran konsep Radio terbatas pada suatu daerah atau wilayah saja tergantung kemampuan frekuensinya. Namun Podcast sebaliknya.

Apa benar Podcast mulai mengambil alih dunia penyiaran khas millennial?

Jawabannya, bisa saja, mungkin saat pertama sekali mendengar Podcast, pasti terbayang seperti halnya mendengarkan radio. Ia… konsepnya serupa tapi ada beberapa yang jauh berbeda. Sama-sama mengusung dan menawarkan audio pada pendengarnya.

See the source image

Namun ada juga para Podcast yang menggunakan video dalam proses penayangannya seperti di siaran Youtube. Misalnya saja sifat radio yang on air sehingga bila pendengar tidak sempat mendengarnya, itu berarti tidak ada pengulangan.

Sifat Podcast adalah offline sehingga bisa didengar kapan saja dan pastinya bebas dari iklan seperti halnya sering ditemui pada radio. Iklan jadi sebuah rintangan buat kita mendengarkan informasi audio tanpa henti, konsep on demand service menerapkan seperti itu.

Bagaimana prospek Podcast?, relatif baik, selama mampu memaksimalkan potensi komunitas sekitar, misalnya komunitas alumni, hobby, profesi dsb.

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

LifeStyle – (3), MENGENAL LIVE STREAMING SEBAGAI BISNIS  | ISTANA NEWS

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan