Jakarta, IstanaNews.com – Putra Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Ilham Habibie, bercerita soal pengembangan pesawat 80 penumpang atau R80 yang dicoret dari proyek strategis nasional (PSN). Ilham mengatakan alasan pencoretan itu lantaran R80 dinilai tak bisa selesai dalam kurun waktu 5 tahun. Hal tersebut disampaikan Ilham dalam diskusi Entrepreneur Talks ‘Strategi Kebijakan Perdagangan dan Perindustrian Koalisi Perubahan untuk Informasi Emas 2045’. Ilham mulanya ditanya terkait adanya kemungkinan R80 bisa kembali menjadi proyek strategis nasional.

“Memang R80 selama Bapak hidup masuk ke dalam proyek strategis nasional. Perusahaan yang membuat dan mempromosikan R80 murni swasta, ini jarang sekali ada perusahaan swasta menjadi proyek strategis nasional itu satu,” kata Ilham dalam pemaparannya di kantor Timnas AMIN, Jalan Diponegoro X, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2024).

Ilham mengatakan titik fokus pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk PSN berada pada bidang infrastruktur. Ia menyebut kepemimpinan Jokowi akan dikenang sebagai pemerintah yang fokus pada infrastruktur.

Baca Juga  Polres Tanjung Balai Penebalan Pengamanan di PPK Se Kecamatan Kota Tanjung Balai

“Kedua, memang titik berat dari semua proyek strategis nasional ini adalah di infrastruktur jalan tol, bendungan, banyak sekali, ini rupanya infrastuktur. Kalau boleh dikatakan pemerintahan Jokowi itu akan kita mengenang kembali sebagai pemerintah yang fokus pada infrastruktur,” ujar Ilham.

Ilham cerita saat proyek itu dicabut dirinya menghadap ke salah satu menteri Presiden Jokowi. Ia menjelaskan pencabutan R80 lantaran tak bisa selesai dalam 5 tahun atau di masa kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Jadi saya pernah diskusi dengan orang yang jadi menterinya, yang bertanggung jawab untuk menjeniskan proyek mana yang masuk ke proyek stategis nasional. Begitu dicabut saya langsung menghadap beliau dan jawabannya adalah ya karena proyek ini tidak bisa selesai dalam 5 tahun mendatang, maka itu harus keluar,” ujar Ilham.

“Karena semua proyek strategis nasional didefinisikan harus selesai dalam pemerintahan Jokowi,” sambungnya.

Lantaran alasan itu proyek R80 tak bisa memenuhi target di tahun 2024. Dikatakan jika pengembangan pesawat butuh proses yang tak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Baca Juga  Diduga Sebar Berita Bohong, Bareskrim Tangkap Palti Hutabarat